Rabu, 21 April 2010

Jaring dan Permasalahannya di Desa Pucangro

Desa Pucangro merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan dengan jumlah penduduk 605 KK terdiri dari 2.800 jiwa. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, namun demikian lahan sawah yang dimiliki oleh masyarakat luasannya sangat terbatas dan tidak semua masyarakat memiliki sawah. Disamping itu sejak turun temurun masyarakat desa Pucangro mempunyai keahlian produksi Jaring dan Jala ikan sebagai penghasilan sampingan yang dikerjakan dirumah masing-masing (home industry), kebanyakan masyarakat melakukan usaha produksi atau merakit jaring dan jala ikan hanya sebagai buruh atau tenaga pekerja, mereka menerima bahan baku dari para pedagang untuk diproses menjadi jaring atau jala ikan dengan berbagai jenis ukuran dan tipe sesuai kebutuhan pasar. Meskipun dianggab sebagai usaha sampingan, usaha jaring sepanjang tahun telah memberikan kontribusi yang sangat besar didalam mendukung kelangsungan social ekonomi masyarakat.

Jaring atau jala salah satu alat tangkap berbagai jenis ikan, baik penangkapan ikan yang dibudidaya maupun penangkapan ikan di rawa, sungai ataupun dilaut. Prospek bisnis jaring dan jala tetap akan berkembang sepanjang masa, karena kebutuhan akan ikan setiap manusia sepanjang tahun semakin bertambah. Sedangkan untuk menangkap atau memanen ikan tidak pernah lepas kebutuhan alat jarring atau jala.

Dari waktu kewaktu tanpa disadari budaya usaha produksi jaring atau jala ikan hanya didominasi oleh generasi tua dan dewasa, pelan tapi pasti jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk mendukung usaha ini semakin langka. Profesi ini oleh kalangan pemuda baik laki-laki maupun perempuan dianggab sebagai profesi yang kurang diminati karena dianggab sebagai usaha kampungan yang tidak menjanjikan keuntungan besar. Padahal kalau digeluti dengan serius tanpa mereka sadari usaha ini akan mampu memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar. Dan terbukti sejak nenek moyang mereka profesi ini sangat menunjang perekonomian masyarakat.

II. Permasalahan

1) Bahan baku
a) Minimnya tenaga kerja yang mau produksi bahan baku gandek.
b) Kapasitas produksi sangat terbatas, belum ada teknologi yang dikembangkan dan diperkenalkan pada masyarakat perajin.
c) Kapasitas produksi gandek oleh masyarakat tidak sebanding dengan kebutuhan terutama saat kebutuhan pasar memuncak (musim hujan), pada saat permintaan pasar memuncak harga gandek meningkat hingga 300%. Namun persediaan (stok) tidak ada, kecuali pedagang besar yang mempunyai modal.
d) Minimnya modal usaha yang dimiliki oleh produsen gandek berdampak pada saat kebutuhan pasar sepi masyarakat tidak mampu menyimpan gandek untuk dijual pada saat harga bagus / mahal.
e) Belum ada pengorganisasian pada produsen gandek berdampak pada aktifitas produksi dan pemasaran dilakukan sendiri-sendiri dalam jumlah yang terbatas, sehingga belum ada upaya untuk menghadapi berbagai permasalahan usaha secara bersama-sama.

2) Produksi Jaring
a) Lemahnya regenerasi tenaga kerja produksi jaring berdampak pada berkurangnya kapasitas produksi jaring terutama saat kebutuhan pasar memuncak (musim hujan).
b) Minimnya permodalan yang dimiliki masyarakat berdampak pada buruknya manajemen produksi, dimana saat pasar sepi (musim kemarau) masyarakat tidak mampu produksi untuk persediaan kebutuhan puncak di pasaran (musim hujan / banjir). Pada saat ramai pedagang biasa tidak mampu membeli beberapa jenis bahan karena harganya tidak terjangkau (mahal).
c) Belum ada pengorganisasian pada para produsen jaring sehingga berbagai permasalahan usaha yang mereka hadapi mereka seleseikan sendiri-sendiri.

3) Pemasaran Jaring
a) Waktu kondisi pasar memuncak (musim hujan/banjir) banyak pedagang musiman yang menjual barang dengan harga seenaknya sendiri (sangat mahal) tanpa mempertimbangkan kwalitas barang.
b) Minimnya akses permodalan berdampak pada saat kondisi pasar memuncak (musim hujan / banjir) produsen dan pedagang tidak mampu memenuhi permintaan pasar, meskipun harganya sangat mahal.
c) Saat ini kondisi cuaca / alam / musim sulit diprediksi sehingga menyulitkan perencanaan (cash flow) produksi dan pemasaran barang.




III. Macam dan Jenisnya Jaring
No Nama Ukuran/Panjang Material Fungsi

1
Jaring 1 ¼ inci
100 meter
Bata, gandek, pluntur, senar
Untuk ikan kecil (sepat).
2 Jaring 1 ½ Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
3 Jaring 1 1/3 Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
4 Jaring 2 Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
5 Jaring 2 ¼ Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
6 Jaring 2 ½ Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
7 Jaring 3 Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar
8 Jaring 3 ½ Inci 100 meter Bata, gandek, pluntur, senar Untuk dilaut

IV. Macam dan Jenis Jala
No Nama Ukuran/Panjang Material Fungsi

1
Jala kecil
Panjang 2 meter
Lingkat 5 meter
Nilon, tampang , tampar
Jala untuk disungai kecil
2 Jala sedang 100 meter Nilon, tampang , tampar Jala untuk ditempat agak lebar
3 Jala besar 100 meter Nilon, tampang , tampar Jala untuk dirawa atau laut

V. Jenis dan fungsi gandek
No Nama Fungsi Ukuran

1
Gandek kecil
Untuk jarring ikan
Panjang 3 Cm
Diameter 2/3 Cm
2 Gandek timah Untuk jarring ikan Panjang 1 ½ Cm.
Diemater ½ Cm.
3 Gandek besar Untuk Perek (alat panen ikan) Panjang 4 Cm
Diameter 1 2/3 Cm

VI. Macam-macam Pluntur dan fungsinya
No Nama Fungsi Ukuran

1
Pluntur ½ Mili
Untuk jaring ayam
Panjang 500 meter
2 Pluntur 1 Mili Untuk pasang gandek Panjang 400 meter
3 Pluntur 1 ½ Mili Untuk pasang bata (pelampung jarring) Panjang 300 meter

4 Pluntur 3 Mili Untuk jarring burung Panjang 200 meter


VII. Macam merk Jaring
No Merk Harga Ukuran
1 Arida 95.000,- 125 meter
2 Peckok 60.000,- 100 meter
3 Paus 75.000,- 100 meter

VIII. Pasar Grosir Bahan Jaring
1) Kota Surabaya.
2) Tuban.
3) Lamongan.

IX. Pasar Jaring di Lokal Kabupaten Lamongan
1) Pasar Wage desa Pucangro Kec. Kalitengah Kab. Lamongan.
2) Pasar Blawi Kec. Karang Bonangun Kab. Lamongan.
3) Pasar Kota Lamongan.
4) Pasar Kliwon Karang Cangking Kec. Karanggeneng Kab. Lamongan.
5) Pasar Pon Kecamatan Karang Geneng Kab. Lamongan.
6) Pasar Pahing Sungelebak Kecamatan Karang Geneng.
7) Pasar Kaligreman Kecamatan Sekaran Kab. Lamongan.
8) Pasar Sekaran Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.
9) Pasar Kecamatan Karang Binangun Kab. Lamongan.

X. Pasar Antar Kabupaten
1) Kabupaten Gresik.
2) Surabaya.
3) Lamongan.
4) Bojonegoro

XI. Kondisi Pasar Jaring
1) Ramai, biasanya pada bulan January sampai dengan bulan Maret (Puncaknya musim hujan/banjir).
2) Sedang, biasanya pada bulan April sampai Juni (hujan berkurang namun air masih ada ditambak atau disungai/rawa).
3) Sepi, biasanya pada bulan Juli sampai Desember (saat musim kemarau, ditambah dan disungai/rawa air berkurang hingga kering).

XII. Aktifitas Yang dilakukan saat Jaring Sepi
1) Produksi dan menyimpan gandek bagi yang mempunyai modal cukup.
2) Memotong bata sebagai bahan pelampung jaring.
3) Produksi pembuatan jaring ayam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar