Thursday, 22 April 2010

Jaring dan Permasalahannya di Desa Pucangro


Desa Pucangro merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan dengan jumlah penduduk 605 KK terdiri dari 2.800 jiwa. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani sawah tambak. Sejak turun temurun masyarakat desa Pucangro mempunyai keahlian produksi Jaring dan Jala ikan sebagai penghasilan sampingan yang dikerjakan dirumah masing-masing (home industry), umumnya adalah ibu-ibu rumah tangga untuk mengisi waktu senggang dirumah.


Kebanyakan masyarakat melakukan usaha produksi atau merakit jaring dan jala ikan hanya sebagai buruh atau tenaga pekerja, mereka menerima bahan baku dari para pedagang untuk diproses menjadi jaring atau jala ikan dengan berbagai jenis ukuran dan tipe sesuai kebutuhan pasar. Meskipun dianggap sebagai usaha sampingan, usaha jaring sepanjang tahun telah memberikan kontribusi yang sangat besar didalam mendukung kelangsungan social ekonomi masyarakat.

Jaring atau jala salah satu alat tangkap berbagai jenis ikan, baik penangkapan ikan yang dibudidaya maupun penangkapan ikan di rawa, sungai ataupun dilaut. Prospek bisnis jaring dan jala tetap akan berkembang sepanjang masa, karena kebutuhan akan ikan setiap manusia sepanjang tahun semakin bertambah. Sedangkan untuk menangkap atau memanen ikan tidak pernah lepas kebutuhan alat jaring atau jala.

Dari waktu kewaktu tanpa disadari budaya usaha produksi jaring atau jala ikan hanya didominasi oleh generasi tua dan dewasa, pelan tapi pasti jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk mendukung usaha ini semakin langka. Profesi ini oleh kalangan pemuda baik laki-laki maupun perempuan dianggab sebagai profesi yang kurang diminati karena dianggab sebagai usaha kampungan yang tidak menjanjikan keuntungan besar. Padahal kalau digeluti dengan serius tanpa mereka sadari usaha ini akan mampu memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar. Dan terbukti sejak nenek moyang mereka profesi ini sangat menunjang perekonomian masyarakat. Disamping itu pula banyak permasalahan yang menyertai industri jaring tersebut.

Permasalahan dari industri jaring di Desa Pucangro adalah sebagai berikut : 
Dari segi Bahan baku
  1. Minimnya tenaga kerja yang mau produksi bahan baku gandek.
  2. Kapasitas produksi sangat terbatas, belum ada teknologi yang dikembangkan dan diperkenalkan pada masyarakat perajin.
  3. Kapasitas produksi gandek oleh masyarakat tidak sebanding dengan kebutuhan terutama saat kebutuhan pasar memuncak (musim hujan), pada saat permintaan pasar memuncak harga gandek meningkat hingga 300%. Namun persediaan (stok) tidak ada, kecuali pedagang besar yang mempunyai modal.
  4. Minimnya modal usaha yang dimiliki oleh produsen gandek berdampak pada saat kebutuhan pasar sepi masyarakat tidak mampu menyimpan gandek untuk dijual pada saat harga bagus / mahal.
  5. Belum ada pengorganisasian pada produsen gandek berdampak pada aktifitas produksi dan pemasaran dilakukan sendiri-sendiri dalam jumlah yang terbatas, sehingga belum ada upaya untuk menghadapi berbagai permasalahan usaha secara bersama-sama.


Produksi Jaring
  1. Lemahnya regenerasi tenaga kerja produksi jaring berdampak pada berkurangnya kapasitas produksi jaring terutama saat kebutuhan pasar memuncak (musim hujan).
  2. Minimnya permodalan yang dimiliki masyarakat berdampak pada buruknya manajemen produksi, dimana saat pasar sepi (musim kemarau) masyarakat tidak mampu produksi untuk persediaan kebutuhan puncak di pasaran (musim hujan / banjir). Pada saat ramai pedagang biasa tidak mampu membeli beberapa jenis bahan karena harganya tidak terjangkau (mahal).
  3. Belum ada pengorganisasian pada para produsen jaring sehingga berbagai permasalahan usaha yang mereka hadapi mereka seleseikan sendiri-sendiri.

Pemasaran Jaring
  1. Waktu kondisi pasar memuncak (musim hujan/banjir) banyak pedagang musiman yang menjual barang dengan harga seenaknya sendiri (sangat mahal) tanpa mempertimbangkan kwalitas barang.
  2. Minimnya akses permodalan berdampak pada saat kondisi pasar memuncak (musim hujan / banjir) produsen dan pedagang tidak mampu memenuhi permintaan pasar, meskipun harganya sangat mahal.
  3. Saat ini kondisi cuaca / alam / musim sulit diprediksi sehingga menyulitkan perencanaan (cash flow) produksi dan pemasaran barang.



Baca juga :

Cara Pembuatan jaring ikan 

No comments:

Post a Comment