KETAHANAN KELUARGA PONDASI KETAHANAN NEGARA

Pada era modernisasi dan industrialisasi sekarang ini transfer teknologi dan informasi sudah sangat cepat dan mudah diperoleh siapa saja. Pengaruh nilai-nilai positif dan negatif serta nilai baru dan lama akan terus berkembang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan seiring perkembangan zaman. 
     Pengaruh Globalisasi dan teknologi yang canggih saat ini harus diwaspadai karena dapat juga menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terbentuknya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang bahu membahu mewujudkan
kemerdekaan Negara Indonesia. Setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar masih sering kali terjadi, dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang ideologis (http://zubersafawi.blogspot). 
      Di era globalisasi ini, mulai bangkit isu dan radikalisme yang dapat menjadi ancaman bagi nasionalisme masyarakat Indonesia. Untuk menghadapi segala bentuk ancaman tersebut diperlukan sebuah ketahanan yang kokoh dari segenap unsur negara/bangsa. Ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untuk mempertahankan persatuan dan kesatuannya serta memperkuat daya dukung kehidupannya. Sebagai konsepsi yang khas, gagasan tentang ketahanan nasional di Indonesia sudah muncul di awal tahun 1960-an sehubungan dengan adanya ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat itu. 
      Gagasan tentang ketahanan nasional tersebut masih berlaku dan sangat dibutuhkan hingga sekarang. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis yang harus diwujudkan oleh suatu negara dan harus dibina secara dini, secara terus menerus serta sinergis dengan aspek-aspek kehidupan bangsa yang lain. Ketahanan nasional dalam suatu negara tidak semata-mata tugas negara atau pemerintah sebagai institusi, namun ketahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat baik dalam lingkup pribadi, keluarga dan juga lingkungan yang lebih luas baik lokal maupun nasional.
pertemuan keluarga

      Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, ketahanan pribadi dapat memberikan kontribusi yang nyata didalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai implementasi dari konsepsi ketahanan nasional Indonesia. Ketahanan pribadi ditumbuhkan dari sebuah ketahanan keluarga. Hal itu dikarenakan keluarga menjadi titik strategis dan tonggak awal kerangka berfikir setiap pribadi. Keluargalah yang memberitahu dan mengajari serta menunjukkan arti pentingnya dari pertahanan pribadi yang menyaring nilai-nilaki krusial positif dan negative dalam masyarakat. 
       Setiap pribadi dapat belajar tentang arti penting dari sebuah ketahanan melalui keluarga, sehingga pada akhirnya dapat memacu ketahanan nasional. Keluarga dinilai memainkan peranan penting untuk membentengi anak dari pengaruh negatif globalisasi. Keluarga mampu memainkan peran sentral dengan menjadi tempat yang dapat menanamkan pendidikan karakter sekaligus sahabat tempat anak berkeluh kesah. Model keluarga yang menerapkan sikap saling terbuka dan komunikatif di antara anggota keluarga dinilai efektif dalam membantu anak untuk menyaring informasi yang diperolehnya. 
        Keluarga merupakan elemen dasar di dalam masyarakat karena menjadi unsur inti dalam struktur sosial, yaitu sebagai perantara individu dengan masyarakat. Keluarga mempunyai peran sebagai penyelenggara pembangunan manusia seutuhnya melalui fungsi-fungsinya yaitu : fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Sebuah keluarga yang berkualitas akan mampu menciptakan situasi bagi anak untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya dalam tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, bakat, dan kemampuannya sehingga pada akhirnya akan dapat menjadi sumber daya manusia yang tangguh. 
      Keluarga sebagai basis awal bermasyarakat diharapkan dapat berperan memberikan perlindungan dan juga pembinaan terhadap anggota keluarganya. Pembinaan dalam keluarga pada akhirnya dapat dijadikan pijakan dasar saat terjun ke lingkungan yang lebih besar yakni masyarakat dan bangsa (www. sosbud.kompasiana.com). 
        Keluarga yang penuh dengan kasih sayang, solidaritas, produktif dan religius akan mampu menangkal berbagai problem akut sehingga dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Pembangunan dan ketahanan nasional yang kokoh diharapkan dapat terwujud melalui penguatan ketahanan keluarga.

0 komentar: