Monday

TANAMAN OBAT TRADISIONAL VS OBAT KIMIA MODERN

TAnaman-tanaman Obat
     Pemerintah Indonesia melalui SKN (Sistem Kesehatan Nasional) juga menyatakan bahwa pengobatan tradisional yang terbukti berhasil guna dan berdaya guna, harus terus dilakukan pembinaan dan bimbingan serta dapat dimanfaatkan dengan tujuan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Pada masyarakat modern saat ini, masih ada masyarakat yang tidak tahu tentang manfaat dari tanaman disekitar kita untuk kesehatan.
 
      Masyarakat dewasa ini lebih mengenal obat–obatan dari bahan kimia, baik karena anjuran dari dokter yang memberikan resep untuk membeli obat-obatan kimia di apotek atau pun karena obat-obatan kimia mudah didapatkan di toko atau warung terdekat. Terkadang masyarakat saat membeli obat tidak tahu kandungan obat yang dibelinya. Obat-obatan modern sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari hari. Obat-obatan itu dalam berbagai bentuk sudah dijual bebas dan mudah sekali didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 
      Tidak dapat dipungkiri dalam beberapa pengalaman, obat kimia modern terkadang menimbulkan efek samping yang dapat menimbulkan penyakit jenis lainnya, entah itu seketika maupun kelak di kemudian hari. Pengobatan asam urat misalnya sering kali menimbulkan efek samping pada lambung, ginjal dan hati. Atau penggunaan obat jenis analgesic (penghilang sakit) dan antipyretic dalam jangka panjang dan dosis yang berlebih dapat merusak fungsi ginjal dan hati. Melihat betapa berbahayanya efek samping dari obat modern, akhir-akhir ini tren pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati tanaman untuk pengobatan herbal semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena pengobatan herbal tradisional telah sejak dahulu kala dimanfaatkan oleh masyarakat serta bahan-bahannya banyak terdapat di seluruh pelosok tanah air. Banyak dari tanaman yang berguna sebagai obat, mudah didapatkan dari lingkungan tempat tinggal sekitar dan dapat dijumpai setiap hari. Disamping itu obat herbal dari tanaman juga mempunyai kelebihan yang tidak di punyai oleh obat-obat kimia, yaitu tidak memiliki efek samping dan tidak perlu bantuan medis, apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. 
       Gaung penggunaan obat herbal dari tanaman semakin kencang bersamaan dengan gerakan back to nature atau gerakan hidup kembali secara alami. Gaya hidup sehat alami ini diikuti oleh penggunaan obat-obatan alami, yaitu yang berasal dari tumbuhan yang di Indonesia diistilahkan dengan jamu atau secara internasional dikenal dengan obat herbal. Perkembangan pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat, telah terjadi peningkatan seiring dengan perkembangan kedokteran di Negara maju dan telah diakui dunia (internasional). 
          Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju salah satunya adalah karena usia harapan hidup yang lebih panjang dengan bahan-bahan alami dan juga banyaknya efek samping dari obat-obatan kimia modern. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia juga merekomendasi penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker. WHO juga mendukung upaya- upaya dalam peningkatan keamanan dan khasiat dari obat tradisional. 
           Obat herbal yang dulu dianggap sebagai obat untuk kalangan menengah ke bawah, sekarang sudah mulai dilirik kembali. Bahkan banyak tenaga kesehatan dan ahli kesehatan yang menganjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan herbal sebagai suplemen, disamping tetap mengkonsumsi obat-obatan modern. Hal inilah yang juga mendongkrak kepercayaan masyarakat maupun tenaga medis terhadap khasiat obat herbal. Pada dasarnya filosofi pengobatan tidak mengenal modern atau tidak modern, yang terpenting adalah pengobatan itu mampu menyembuhkan penyakit tanpa membedakan kasta dan teknik pengobatan itu sendiri. Namun penggunaan obat herbal secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat herbal memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern. 
          Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Kelebihan obat herbal dari tanaman dalam penyembuhan penyakit diantaranya adalah : 
  1. Tidak menimbulkan efek samping, karena pengolahan dilakukan secara alami, tanpa pencampuran bahan kimia atau sintetis. 
  2. Sangat aman dikonsumsi oleh siapa pun karena bebas racun bahkan obat herbal dapat dijadikan sebagai peluruh racun di dalam tubuh atau detoksifikasi.
  3. Menghilangkan akar penyakit karena bersifat menyeluruh (holistik) dan tidak hanya terfokus pada penghilangan penyakit, tetapi juga pada peningkatan sistem kekebalan tubuh sebagai cara untuk melawan penyakit. 
  4. Mengandung banyak khasiat yang terkandung didalamnya. Misalnya pada Bawang Putih yang berfungsi untuk : menyembuhkan flu dan batuk, menghaluskan kulit, mempertajam penglihatan, menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol darah, menghilangkan insomnia, membantu pengobatan TBC, mengurangi sembelit, mengontrol gejala diabetes, melangsingkan tubuh, meringankan reumatik, serta mengurangi gangguan di masa menopause dan masih banyak yang lainnya