Tuesday

SISTEM KETAHANAN KELUARGA

           
Secara etimologis, istilah ketahanan berasal dari kata dasar “tahan” yang berarti tahan penderitaan, tabah, kuat, dapat menguasai diri, gigih, dan tidak mengenal menyerah. Ketahanan memiliki makna mampu, tahan dan kuat menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman yang ada guna menjamin kelangsungan hidupnya (www.wikipedia.com).
         Suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin adalah
sebuah keluarga yang mempunyai ketahanan keluarga (UU Nomor 10/1992). Ketahanan dalam keluarga dapat dihasilkan jika sebuah keluarga sudah kuat dan sukses. 
       Menurut Martinez (dalam www.mengerjakantugas.blogspot.com) keluarga yang kuat dan sukses meliputi : 
  • Kuat dalam aspek kesehatan, indikatornya adalah keluarga merasa sehat secara fisik, mental, emosional dan spiritual yang maksimal. 
  • Kuat dalam aspek ekonomi, indikatornya adalah keluarga memiliki sumberdaya ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui kesempatan bekerja, kepemilikan aset dalam jumlah tertentu dan sebagainya. 
  • Kuat dalam kehidupan keluarga yang sehat, indikatornya adalah bagaimana keluarga terampil dalam mengelola resiko, kesempatan, konflik dan pengasuhan untuk mencapai kepuasan hidup. 
  • Kuat dalam aspek pendidikan, indikatornya adalah kesiapan anak untuk belajar di rumah dan sekolah sampai mencapai tingkat pendidikan yang diinginkan dengan keterlibatan dan dukungan peran orang tua hingga anak mencapai kesuksesan. 
  • Kuat dalam aspek kehidupan bermasyarakat, indikatornya adalah jika keluarga memiliki dukungan seimbang antara yang bersifat formal ataupun informal dari anggota lain dalam masyarakatnya, seperti hubungan pro-sosial antar anggota masyarakat, dukungan teman, keluarga dan sebagainya. 
  • Kuat dalam menyikapi perbedaan budaya dalam masyarakat melalui keterampilan interaksi personal dengan berbagai budaya.
        Tujuan pembentukan keluarga secara umum adalah untuk mencapai kesejahteraan dan ketahanan dalam keluarga. Dalam keluarga ada kalanya mengalami krisis maksudnya kehidupan keluarga dalam keadaan kacau, tak teratur dan terarah, orang tua kehilangan kewibawaan untuk mengendalikan anak-anaknya dan sebagainya. Disinilah sebuah ketahanan keluarga diuji kekokohannya. Diperlukannya kearifan anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan jika sudah sangat kritis tidak ada jalan keluar, perlu bantuan pihak ketiga sebagai penengah. Ketahanan keluarga dapat diwujudkan dalam sebuah keluarga yang berkualitas. 
         Kualitas keluarga yang dimaksud disini adalah kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, kemandirian keluarga dan mental spiritual serta nilai-nilai agama. Kualitas dalam keluarga yang bernilai tinggi merupakan dasar untuk mencapai keluarga sejahtera. Tujuan pembentukan keluarga berkualitas secara umum adalah untuk mencapai kesejahteraan dan ketahanan keluarga. Setiap keluarga dibangun untuk kehidupan yang panjang dan diyakini dapat menjadi jembatan penghubung dengan lingkungannya. Demi ketahanan keluarga, setiap keluarga wajib memiliki daya tangkal terhadap semua tantangan dan ancaman yang membahayakan keluarga, agar kualitas keluarga tetap terwujud dalam situasi apapun. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman peran dan fungsi keluarga, keterampilan dalam pendidikan keluarga, kemampuan bersosialisasi dan pengembangan ekonomi keluarga. Keluarga yang mempunyai ketahanan yang tinggi, sekalipun terjadi perubahan struktur sosial di tengah-tengah masyarakat, krisis keluarga, atau pergeseran nilai-nilai dan norma, tidak akan menjadi permasalahan yang berarti karena sistem keluarga telah memiliki ketahanan yang kuat.