Tuesday

MENGUKIR BERBAGAI KENANGAN DENGAN JEPRETAN KAMERA

http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html


Foto adalah sebuah benda yang tidak bernyawa, namun nilainya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dalam sebuah foto tersimpan banyak kenangan yang sangat berharga. Sebuah foto bisa menceritakan sebuah sejarah pemiliknya. Dengan memandang sebuah foto terkadang timbul sebuah tawa, kadang juga sebuah senyum terukir disana walaupun tak sedikit ada air mata yang menetes dan menyertainya. Yup…. Foto adalah sebuah kenangan masa lampau yang diabadikan dan dipunyai oleh semua orang. Dengan menyimpan banyak foto-foto lama berarti banyak pula menyimpan kisah-kisah dan kenangan lama. Tak harus dengan banyak kata untuk mengungkapkan fakta-fakta didalamnya karena pandangan mata sudah berbicara kala memandangnya.


Tahun 90 an zaman saya masih kecil, sebuah foto adalah benda yang sangat berharga karena tidak setiap hari bisa mendapatkannya. Perlu moment-moment tertentu sehingga seseorang bisa diambil gambarnya. Misalnya saat ada pernikahan, saat mau lulus ujian atau saat ada kegiatan-kegiatan besar yang melibatkan banyak orang. Itupun sangat terbatas dan hanya sesekali saja. Kemungkinan wajah seseorang tertangkap kamera juga relative kecil, butuh request khusus dan tentunya harus bayar jika pengen memilikinya. Jika ingin berfoto secara pribadi atau sendiri harus pergi ke studio tukang foto atau menunggu tukang foto keliling saat lewat. Hasilnya juga tidak langsung jadi karena harus menunggu dalam hitungan hari atau minggu bahkan kadang dalam hitungan bulan. 
Ini foto kenangan saat sekolah TK dalam acara karnaval desa.
foto ini aslinya dijepret dengan kamera film dan saya foto ulang dengan kamera ponsel


Teknologi kamera saat itu tidak seperti sekarang ini, untuk menghasilkan sebuah foto prosesnya lumayan panjang. Foto diambil dengan kamera dan disimpan dalam sebuah benda hitam yang bernama “klise” atau mungkin istilahnya disebut dengan negative film. Dalam satu jepretan tidak bisa langsung dilihat hasilnya, nunggu sampai negative film yang ada dalam kamera habis dulu biasanya antara 30 s/d 40 jepretan. Nanti setelah habis baru dicuci dulu dengan bahan khusus yang pada akhirnya bisa dicetak dan dilihat hasilnya. Tidak semua hasil jepretan kamera tersebut bagus dan bisa dilihat. Ada kalanya hasilnya kurang memuaskan bahkan jika fotografernya tidak profesional hasil jepretan kamera tersebut banyak yang tidak bisa dicetak karena hitam semua (Negative filmnya hangus). Oleh karenanya pada masa tersebut, selembar foto adalah benda yang sangat berharga karena selembar foto tersebut adalah sebuah kenangan yang langka dan mahal harganya.
ini penampakan negative film yang masih saya miliki.
Agar menghasilkan gambar foto, negative film ini harus dicuci dan dicetak diatas kertas foto

Saat masih balita tidak ada satupun gambar foto yang saya punya sebagai kenang-kenangan. Menginjak Sekolah Dasar saya baru memiliki beberapa foto bersama teman itupun wajah saya tidak terlalu kelihatan karena memang fotonya bareng-bareng (bersama). Tapi ketika menjelang ujian SMP kakak saya sudah punya kamera sendiri sehingga sayapun bisa meminjamnya. Jadilah saat ujian SMP sampai kelulusannya saya dan teman-teman mengambil berbagai gambar dengan kamera tersebut. Tentu saja tidak bisa sepuasnya karena satu rol kamera cuma bisa mengambil paling banyak 40 gambar dan itupun harganya relative mahal untuk ukuran anak sekolah. Walaupun gambarnya jelek dan buram atau ekspresinya yang awut-awutan za harus diterima dan tidak bisa diulang-ulang. Untuk melihat hasilnya harus cukup sabar karena menunggu agak lama di tempat cuci cetak foto. Dari 40 negative yang disediakan dan terpakai ada 32 foto yang jadi dan bisa dicetak. itu jumlah yang sangat cukup bagus bagi fotografer amatiran seperti saya.
Foto bersama saat selesai ujian SMP
Fotonya memakai kamera biasa dan saya foto lagi memakai kamera ponsel

Sekarang teknologi sudah sangat canggih, setelah adanya teknologi kamera digital yang tidak perlu lagi menggunakan klise/negatife film dan hasilnya bisa langsung terlihat. Zaman sekarang sudah ada teknologi kamera yang dibenamkan di dalam ponsel. Hal itu membuat semua orang bisa langsung mengabadikan semua moment dan kegiatan dimana saja berada tanpa batasan ruang dan waktu. Semakin besar media penyimpanannya semakin banyak foto yang diambil. Tidak seperti dulu yang hanya terbatas 30-40 jepretan saja.

Ponsel yang pada awalnya hanya digunakan untuk sarana komunikasi sekarang banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya adalah untuk mengabadikan peristiwa atau moment-moment tertentu tanpa terbatas ruang dan waktu. Ponsel pertama yang saya miliki dulunya tidak ada kameranya sehingga untuk mengambil gambar harus pinjam keteman dulu karena ponsel yang ada kameranya harganya cukup mahal dan tidak terjangkau oleh kantung saya. Walaupun baru vga namun ponsel yang ada kameranya jarang ada yang punya. 
Foto keponakan yang bergaya dan dijepret dengan HP pinjaman dari teman

Seiring dengan makin cepatnya perubahan gaya hidup masyarakat, akhir-akhir ini berbagai pabrik ponsel berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk yang canggih dan diinginkan oleh masyarakat.Salah satu fungsi yang yang paling popular dan menjadi pertimbangan dari sebuah ponsel adalah kamera yang dimilikinya. Semakin tinggi kualitas kamera yang tertanam di dalam ponsel semakin banyak orang yang memburunya. Bukan hanya kamera belakang yang ditanamkan, namun ada kamera depan juga untuk berselfie ria. 
Aksi narsis dengan latar belakang Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto Jawa Timur
Diambil dengan menggunakan kamera ponsel yang pertama kali saya miliki

Menurut saya sendiri kamera yang tertanam dalam sebuah ponsel jauh lebih praktis daripada membawa kamera saku yang terpisah. Hasil dari jepretan sebuah ponsel bisa dengan mudah dipercantik dengan berbagai aplikasi atau bisa langsung diunggah ke media social dan dikirim ke teman-teman dalam hitungan menit. Saat ini kemanapun dan dimanapun saya berada ponsel tidak pernah terlepas dari genggaman kita. Selain sebagai sarana komunikasi utama dengan keluarga dan kolega, ponsel bagi saya juga bisa mengabadikan berbagai moment atau hal-hal unik yang tidak terduga dengan kamera yang ada didalamnya. Zenfone 2 Laser ZE550KL adalah salah satu andalan saya dalam mengabadikan berbagai peristiwa dan moment di sekitar saya. Berikut ini adalah  beberapa foto narsis saya di berbagai kesempatan dan di berbagai tempat. 





Apapun foto yang dihasilkan dari kamera ponsel saya saat ini akan menjadi sebuah kenangan yang layak untuk dikenang di masa mendatang. Untuk sekarang foto jepretan tidak harus di cetak cukup di simpan saja atau dibagikan ke social media agar teman-teman bisa ikut melihat dan menikmati hasilnya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

32 comments:

Kutu Hape said...

mantaf gan, dari jaman ke jaman kamera makin maju aja.

Shinigami isback said...

wah keren juga artikelnya hahaha

Alex's Ong said...

wkwkwk, masih simpan juga gua negative filmnya., masih ada ga tempat yang nyediain jasa cuci fotonya ya

The Mas Koko said...

Sangat menarik infonta Mba, Saya sendiri juga punya kenangan dengan kamera kodak . Pas mau dicuci rolnya hilang dijalan alhasil hilang semua file potonya. Beruntung ya yang bisa ngalami jaman 90an ke era internet seperti sekarang, selalu banyak cerita manis untuk dikenang. Nice inpo

Parid Enginez said...

nice sangat bermanfaat

Jejak Wisata said...
This comment has been removed by a blog administrator.
nanda trio rahardjo said...

wah bagus sekali,, mengenang kamera,, hihi

Farhan Abdillah said...

Perjalanan foto dari masa ke masa. Yang pasti makin kesini makin canggih aja ya

Agung Krisna said...

~wah mantap, sya juga sekarang pake zenfone

Muhamad Rafly said...

Makin maju aja mungkin besok pake mata langsung jepret

Ferdian adi said...

kamera itu benda untuk menyimpan kenangan.sayang nya ane ga suka di foto :v

Muhammad Rizqi Az Zayyad said...

Mantap gan, kenangan selalu penting untuk masa depan yang lebih baik

Saputra Seo said...

Kenangan :D hha

Zainul Hasan said...

keren artikelnya

Alpianor Laila said...

mantap mantap cuyy

Harian Beruq said...

dari masa ke masa wkwk

Ebellshare said...

mantap gan

Paujiannor said...

Sip deh artikalnya..

Joker Teknologi said...

Kamera sekarang sudah bisa kita jumpai di berbagai tempat banyak orang punya

Zyu Fynd said...

diary online :D

Gillang Wahyu Phaksindra said...

Sayang jaman kecil ane dulu blm ada camera hp.. Poto cuma punya 3 biji doang.

Okib Gustamil said...

bener ya kalo dulu susah dan ribet kalo mau foto juga mesti pake kodak.. lah sekarang mudah banget tinggal jepret pake hape share ke medsos jadi ngga perlu takut hilang...

Enny said...

Saya jg masih simpan klise foto jadul saya. Ampe pada lengket2 g karuan gituu..hehehe

Yuniari Nukti said...

Jika dibandingkan dengan kamera pocket, hasil jepretan kamera ponsel tak kalah bagusnya ya Mbak, yang penting dapat momennya :)

Perempuan November said...

aku juga ngalamin jaman-jaman foto masih pakai roll film mbak. kebetulan ayahku punya, jadi sering foto pakai kamera itu. dulu untuk memoto harus mengintip dari lubang kecil di kamera, kalau sekarang mah tinggal lihat ke layar handphone aja :D

Pontianak Kota Bersinar said...

Masih ingat jaman dulu pake kamera film rol 36 foto. Sekarang udah cukup mudah, hanya pake kamera smartphone saja udah bisa ngambil foto kualitas tinggi. Jumlahnya tidak terbatas lagi, tergantung kapasitas memori. :-)

Kgenzaru Khuluq said...

wah udah jadul banget tuh mbak kalo msih pkai negative film, haha :D
semangat yah mbak :D smoga menang GA-nya,

salam kenal :)

Vety Fakhrudin said...

Negatif film jadi bernostalgia jaman kecil

Khoirur Rohmah said...

Dulu pas masa kecil jarang banget bisa mengabadikan momen2 lucu pas masih kecil.
tapi sekarang dg adanya teknologi kamera ponsel, bisa dg mudah memotret sesuka hati, hhee

Murtiyarini said...

Cando Bajang Ratu keren tamannya

Linda Leenk said...

semoga menang ya

Uniek Kaswarganti said...

Hihiii iya nih jaman foto masih pake klise, kita nggak tau udah bagus apa belum jepretannya sampai klisenya dicetak dulu. Bener2 perjuangan ya motret jaman dulu itu :)

Thks ya sudah ikutan GA #KameraPonsel, good luck.